Kesehatan

Penyebab dan Cara Mengobati Kolesistitis

Penyebab dan Cara Mengobati Kolesistitis Posted On
Posted By admin

Apa itu kolesistitis? Menurut honestdocs.com kolesistitis merupakan reaksi inflamasi dinding kantung empedu. Ini adalah radang kantung empedu yang merupakan reaksi inflamasi akut dinding kantung empedu yang biasa disertai dengan keluhan nyeri perut kanan atas dan demam. Terdapat dua jenis bentuk kolesistitis yaitu akut dan kronis. Kolesistitis akut adalah peradangan dari dinding kantung empedu, biasanya akibat dari adanya batu empedu di duktus sistikus dan secara tiba-tiba menyebabkan nyeri yang luar biasa. Kolesistitis kronis adalah peradangan yang sudah dialami dalah waktu yang lama di dinding kantung empedu dan ditandai dengan serangan berulang dari nyeri perut yang tajam dan hebat.

Bagaimana dengan penyebab dan cara mengobati kolesistitis? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebab dari penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu. Hal ini dapat membuat cairan terperangkap di dalam kantong empedu. Penyumbatan dapat diakibatkan oleh tumor, batu atau saluran yang menyempit. Penyumbatan juga dapat memicu terjadinya iritasi dan tekanan pada kantong empedu.sekitar sembilan puluh lima persen penderita peradangan kantong empedu akut, umumnya disebabkan oleh batu empedu. Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kolesistitis muncul seperti faktor biologis atau jenis kelamin, faktor lingkungan, puasa, sedang hamil dan sedang menjalani terapi hormon, obesitas, berat badan yang naik atau turun terlalu cepat, diet ketat dan kelompok etnis seperti penduduk asli Amerika. faktor penyakit dan lain-lain.

Lalu apa gejalanya? Gejala-gejala awal yang dikeluhkan penderita radang kantong empedu umumnya berupa nyeri pada perut kanan bagian atas yang lebih dari enam jam dan sering menjalar sampai bahu kanan. Selain rasa nyeri, penderita juga kadang mengalami demam, kulit berwarna kuning, mual dan muntah. Untuk gejala kolesistitis kronik mirip dengan gejala akut, tetapi berat nyeri dan tanda-tanda fisiknya kurang nyata. Komplikasi yang sering adalah infeksi kantong empedu dan obstruksi pada duktus sistikus atau duktus koledokus.

Terdapat beberapa cara mengobati kolesistitis. Apa saja itu? Diagnosis oleh dokter akan dilakukan dengan menggunakan tes dengan cara menekan perut di bagian bawah tulang iga kanan. Kantong empedu akan bergerer dan menyentuh tekanan tangan dokter ketika penderita menarik napas. Jika pasien merasakan nyeri saat pemeriksaan dilakukan. Selain itu, untuk memastikan diagnosis akan dilakukan tes darah untuk memeriksa adanya tanda-tanda radang, infeksi atau masalah lain dalam kantong empedu, dan melakukan USG, foto rontgen, MRI atau CT scan guna memeriksa ada atau tidaknya gangguan pada kantong empedu.

Cara mengobati kolesistitis adalah dengan melakukan pembedahan dengan pertimbangan batu empedu yang dibiarkan akan menyumbat saluran empedu akan memperparah peradangan. Penderita yang memiliki risiko pembedahan, dianjurkan untuk menjalani diet rendah lemak dan menurunkan berat badan. Terdapat beberapa jenis operasi atau pembedahan yang dapat dilakukan seperti kolesistektomi terbuka untuk menangani pasien dengan peradangan kantong empedu, kolesistektomi laparaskop untuk penyakit yang disebabkan oleh batu empedu dibuang agar dapat memperkecil risiko kematian dibandingkan operasi normal. Selain itu ada endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti penyebab, gejala, faktor risiko dan cara mengobati kolesistitis. Konsultasikan penyakit kamu segera pada dokter jika mengalami gejala yang tertera di atas. Jangan pernah remehkan gejala yang terjadi jika tidak ingin penyakit semakin parah dan menyebabkan komplikasi.

Related Post